Zaman Praaksara Berdasarkan Teknologi
Zaman Praaksara berdasarkan teknologi yang dihasilkan dibedakan sebagai berikut :
1. Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)
Ciri-ciri :
a. Manusia menggunakan alat-alat dari batu, sebagian kecil dari tulang yang kasar
b. Alat yang digunakan berupa kapak genggam, kapak perimbas, dan alat serpih
c. Bertempat tinggal berpindah-pindah (nomaden)
d. Belum mengenal seni
2. Zaman Batu Madya (Mesolithikum)
Ciri-ciri :
a. Alat yang digunakan lebih halus daripada Zaman Batu Tua
b. Ditemukan goa tempat tinggal (abris sous roche)
c. Mulai mengenal seni yang berupa lukisan cap tangan di dinding gua
d. Ditemukan bukit karang hasil sisa sampah dapur (kjokkenmoddinger)
e. Mulai mengenal kepercayaan
3. Zaman Batu Muda (Neolithikum)
Ciri-ciri :
a. Peralatan yang digunakan batu sudah dihaluskan
b. Mengenal pakaian dari kayu dan perhiasan manik-manik
c. Tempat tinggal mulai menetap (sedenter)
d. Mulai bercocok tanam (food producting)
e. Kepercayaan animisme dan dinamisme mulai berkembang
4. Zaman Batu Besar (Megalithikum)
Hasil kehidupannya, antara lain :
a. Menhir, tugu baru yang digunakan untuk memuja arwah
b. Dolmen, meja batu yang digunakan untuk meletakkan sesaji
c. Kubur batu, tempat menyimpan mayat. Ada dua macam, yaitu waruga (berbentuk kubus) dan sarkofagus (berbentuk lesung)
d. Punden berundak, bangunan batu yang disusun berundak-undak
5. Zaman Logam
Pada
zaman ini, barang dan alat logam sudah dikenal (menjadi alat yang
dominan) dan peralatan dari batu pun terus berkembang. Zaman logam
dibagi menjadi tiga, yaitu Zaman Perunggu, Zaman Tembaga, dan Zaman
Besi. Peninggalan pada Zaman Logam adalah nekara, moko, kapak
corong/kapak sepatu, arca perunggu, dan bejana perunggu.
Corak Kehidupan Praaksara dalam Kehidupan Sosial, Budaya, Ekonomi
1. MASA BERBURU DAN MERAMU (FOOD GATHERING) / MENGUMPULKAN MAKANAN
a) Kehidupan Sosial
Pada
masyarakat food gathering, mereka sangat menggantungkan diri pada alam.
Dimana daerah yang mereka tempati harus dapat memberikan persediaan
yang cukup untuk kelangsungan hidup. Oleh karena itu mereka selalu
berpindah-pindah.
Sebab mereka hidup berpindah-pindah adalah sebagai berikut:
ü Binatang buruan dan umbi-umbian semakin berkurang di tempat yang mereka diami.
ü Musim kemarau menyebabkan binatang buruan berpindah tempat untuk mencari sumber air yang lebih baik.
ü Mereka berusaha menemukan tempat dimana kebutuhan mereka tersedia lebih banyak dan mudah diperoleh.
o Mereka masih hidup mengembara. Tempat tinggal sementara di gua-gua. Ada pula kelompok yang tinggal di daerah pantai
o Mencari
makanan berupa binatang buruan dan tumbuh-tumbuhan liar di tepi sungai
atau danau. Mereka mencari kerang sebagai makanannya.
o Mereka hidup dalam kelompok-kelompok kecil untuk memudahkan pergerakan dalam mengikuti binatang buruan/ mengumpulkan makanan.
o Dalam
kelompok-kelompok tersebut terdapat pembagian tugas kerja. Laki-laki
pada umumnya melakukan perburuan. Sementara itu, para wanita
mengumpulkan bahan makanan seperti buah-buahan dan merawat anak. Mereka
yang memilih dan meramu makanan yang akan di makan.
o Hubungan
antar anggota sangat erat, mereka bekerjasama untuk memenuhi kebutuhan
hidup serta mempertahankan kelompok dari serangan kelompok lain ataupun
dari binatang buas.
o Populasi
pertumbuhan penduduk sangat kecil karena situasi yang berat, dengan
peralatan yang masih sanagat primitif membuat mereka tidak dapat selamat
dari berbagai bahaya.
b) Kehidupan Ekonomi
ü Pada masa ini belum ada tanda-tanda adanya kehidupan ekonomi.
ü Pada
masa ini untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka bekerjasama dalam
kelompok (10-15 orang) untuk berburu dan mengumpulkan makanan. Sehingga
kebutuhan hidup mereka dapat dipenuhi dengan cara mengambil apa yang ada
di alam. Ketika persediaan makanan di suatu daerah sudah habis maka
mereka akan berpindah dan mencari daerah lain yang menyediakan kebutuhan
hidup mereka.
ü Memang
pada akhir masa ini dapat diketahui bahwa asal kapak genggam dan
alat-alat serpih serta alat-alat tulang berasal dari Asia. Namun belum
ada bukti-bukti yang menunjukkan adanya tanda-tanda berupa alat penukar.
c) Kehidupan Budaya
ü Dengan peralatan yang masih sangat sederhana, mula-mula bisa membuat rakit, lama kelamaan mereka membuat perahu.
ü Mereka
belum mampu membuat gerabah, oleh karena itu, mereka belum mengenal
cara memasak makanan, salah satunya yaitu dengan cara membakar.
ü Mereka sudah mengenal perhiasan yang sanagat primitif yaitu dengan cara merangkai kulit-kulit kerang sebagai kalung.
ü Untuk mencukupi kebutuhan hiudup mereka membuat alat-alat dari batu, tulang, dan kayu.
ü Pada
masa itu mereka memilih untuk tinggal di goa-goa. Dari tempat tersebut
ditemukan peninggalan berupa alat-alat kehidupan yang digunakan pada
masa itu, seperti:
ü Kapak perimbas, Kapak Penetak, Kapak genggam, Pahat genggam, Alat serpih, Alat-alat dari tulang, dll.
d) Kepercayaan
Pada
saat itu masyarakat sudah mengenal kepercayaan pada tingkat awal.
Mereka yakin bahwa ada hubungan antara orang yang sudah meninggal dan
yang masih hidup.
Mereka
telah mengenal kepercayaan sistem penguburan sebagai bukti penghormatan
terakhir kepada orang yang meninggal. Hal ini terbukti dengan didirikan
kuburan sebagai bukti penghormatan terakhir pada orang yang meninggal
Hal
ini menunjukkan bahwa telah muncul kepercayaan pada masa berburu dan
meramu. Dengan penguburan berarti telah muncul konsep kepercayaan
tentang adanya hubungan antara orang yang sudah meninggal dengan yang
masih hidup.
Manusia
purba di Indonesia pada masa ini diperkirakan sudah mengenal bahwa
jenazah manusia itu harus dikubur. Kesadaraan akan adanya kekuatan gaib
di luar perhitungan manusia. Itulah yang menjadi dasar kepercayaan.
e) Teknologi
Teknologi
masa food gathering masih sangat rendah. Hampir semua alat-alat yang
digunakan masih sangat sederhana sekedar untuk membantu pekerjaan
mereka.
2. MASA BERCOCOK TANAM (FOOD PRODUCING) DAN BERTERNAK
a) Kehidupan Sosial
☼ Kehidupan
bercocok tanamnya dikenal dengan berhuma, yaitu teknik bercocok tanam
dengan cara membersihkan hutan dan menanaminya. Setelah tanah tidak
subur maka mereka akan berpindah ke tempat lain yang masih subur dan
melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Hal ini dilakukan secara
berulang-ulang. Pada perkembangannya mulai menetapkan kehidupan bercocok
tanam pada tanah-tanah persawahan
☼ Telah
tinggal menetap di suatu tempat, mereka tinggal di sekitar huma
tersebut, dengan cara bercocok tanam dan memelihara hewan-hewan jenis
tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa mereka telah hidup menetap Hal ini
juga menunjukkan bahwa manusia telah dapat menguasai alam lingkungan.
☼ Dengan
hidup menetap, merupakan titik awal dan perkembangan kehidupan manusia
untuk mencapai kemajuan. Dengan hidup menetap, akal pikiran manusia
mulai berkembang dan mengerti akan perubahan-perubahan hidup yang
terjadi.
☼ Jumlah
anggota kelompoknya semakin besar sehingga membuat kelompok-kelompok
perkampungan, meskipun mereka masih sering berpindah-pindah tempat
tinggal.
☼ Populasi penduduk meningkat. Usia rata-rata manusia masa ini 35 tahun.
☼ Muncul kegiatan kehidupan perkampungan, oleh karena itu di buat peraturan, untuk menjaga ketertiban kehidupan masyarakat.
☼ Diangkat seorang pemimpin yang berwibawa, kuat, dan disegani untuk mengatur para anggotanya.
☼ Mereka
hidup bergotong royong, sehingga mereka saling melengkapi, saling
membantu, dan saling berinteraksi dalam upaya memenuhi kebutuhan
hidupnya.
b) Kehidupan Ekonomi
☺ Mereka
telah mengenal sistem barter, dimana terjadi pertukaran barang dalam
rangka memenuhi kebutuhan hidup mereka. Sistem barter merupakan langkah
awal bagi munculnya sistem perdagangan/ sistem ekonomi dalam masyarakat.
☺ Hubungan antar anggota masyarakat semakin erat baik itu di lingkungan daerah tersebut maupun di luar daerah
☺ Sistem perdagangan semakin berkembang seiring dengan semakin berkembangnya kehidupan masyarakat.
☺ Untuk
memperlancar diperlukan suatu tempat khusus bagi pertemuan antara
pedagang dan pembeli yang pada perkembangannya disebut dengan pasar.
Melalui pasar masyarakat dapat memenuhi sebuah kebutuhan hidupnya.
c) Kehidupan Budaya
♫ Kebudayaan semakin berkembang pesat, manusia telah dapat mengembangkan dirinya untuk menciptakan kebudayaan yang lebih baik
♫ Peninggalan
kebudayaan manusia pada masa bercocok tanam semakin banyak dan beragam,
baik yang terbuat dari tanah liat, batu maupun tulang
♫ Hasil kebudayaan pada masa bercocok tanam:
♫Beliung
Persegi, Kapak Lonjong, Mata panah, Gerabah, Perhiasan, Bangunan
Megalitikum seperti menhir, dolmen, sarkofagus, kubur batu, punden
berundak, waruga, arca.
d) Kepercayaan
♣ Pada
masa ini kepercayaan masyarakat semakin bertambah, bahkan masyarakat
juga mempunyai konsep tentang apa yang terjadi dengan seseorang yang
telah meninggal
♣ Inti
kepercayaannya, yaitu penghormatan dan pemujaan kepada roh nenek moyang
sebagai suatu kepercayaan yang berkembang di seluruh dunia.
♣ Di
Indonesia, kepercayaan dan pemujaan terhadap roh nenek moyang terlihat
melalui peninggalan berupa tugu-tugu batu/ bangunan megalitikum yang
letaknya di puncak bukit, di lereng gunung/ tempat yang lebih tinggi
dari daratan sekitarnya. Hal ini muncul dari anggapan masyarakat bahwa
roh-roh tersebut berada pada suatu tempat yang lebih tinggi. Terdapat
peninggalan yang berhubungan dengan kepercayaan, yaitu terdapat
kebudayaan batu besar seperti menhir, dolmen, sarkofagus, waruga, arca,
serta punden berundak
♣ Kepercayaan
masyarakat pada masa ini diwujudkan dalam berbagai upacara tradisi
Megalitikum/upacara-upacara keagamaan, persembahan kepada dewa dan
upacara penguburan mayat yang dibekali dengan benda milik pribadi ke
kuburnya.
♣ Terdapat
kepala suku yang memiliki kekuasaan dan tanggungjawab penuh terhadap
kelompok sukunya. Seorang kepala suku dapat mengatur dan melindungi
kelompok sukunya dari segala bentuk ancaman seperti, ancaman dari
binatang buas, ancaman dari kelompok lainnya, ancaman dari wabah
penyakit. Roh nenek moyang selau mengawasi kelompok masyarakatnya.
Kepala suku berhak mengambil keputusan apapun.
♣ Wujud
kepercayaan pada masa ini tampak dengan telah dihasilkan bangunan
megalit, seperti menhir, dolmen, keranda, kubur batu, dll. Adanya
bangunan megalit menunjukkan bahwa pemujaan roh nenek moyang mempunyai
tempat penting dalam kehidupan rohani pada masa itu. Pada masa itu telah
ada pula upacara yang berkaitan erat dengan kepercayaan atau agama.
e) Teknologi
Pada
masa bercocok tanam, kebudayaan orang-orang purba mengalami
perkembangan yang luar biasa. Pada masa ini terjadi revolusi secara
besar-besaran dalam peradaban manusia yaitu dari kehidupan food
gathering menjadi food producing. Sehingga terjadi perubahan yang sangat
mendalam dan meluas dalam seluruh penghidupan umat manusia.
3. MASA PERTANIAN
Ketika
ditemukan tanaman padi maka sistem pertanian menjadi semakin meningkat
dan berkembang menjadi sistem persawahan. Mereka juga mulai memelihara
binatang ternak untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
a) Kehidupan Sosial
§ Bertani
adalah mata pencahariannya. Mulai membudidayaakan tanaman dan hewan
peliharaan tertentu seperti membudidayakan tanaman padi dan memelihara
kerbau sebagai hewan ternak
§ Mereka
sudah berladang/ bersawah, dalam bekerja mereka melakukan secara
bersama-bersama/ secara gotong-royong. Dengan alat pendukung kapak
perunggu yang berfungsi sebagai pacul.
§ Untuk mengisi waktu menunggu musim panen tiba mereka membuat anyaman dari bambu/ rotan
§ Mendiami tempat-tempat kecil dengan tujuan untuk menghindari serangan binatang buas
§ Mulai
mendirikan rumah sebagai tempat berteduh dengan cara bergotong-royong
yang disertai dengan upacara tradisional. Mulai menetap dalam waktu yang
cukup lama. Mereka sudah mengenal pertukangan dengan alat pendukung
berupa kapak beliung yang berfungsi sebagai alat pemotong kayu. Dengan
alat-alat tersebut digunakan untuk mendirikan rumah dengan cara
gotong-royong pula.
§ Muncul ikatan sosial antara masyarakat dan keluarga
§ Muncul struktur kepemimpinan di kampung
§ Mulai digunakan bahasa sebagai alat komunikasi
§ Mereka telah memiliki aturan dalam kehidupan masyarakat guna ketertiban dan rapinya kerjasama dengan cara pembagian kerja
§ Mereka memiliki kebiasaan untuk menyelenggarakan upacara secara tertur yang melibatkan orang lain.
b) Kehidupan Ekonomi
§ Memiliki tingkat kemakmuran yang tinggi, diketahui dari perkembangan teknik pertanian
§ Muncul kegiatan ekonomi dengan sistem barter
§ Masyarakat
sudah mengenal kegiatan ekonomi sebab pada masa itu sudah ada semacam
tempat produksi alat-alat seperti kapak batu. Hal ini diketahui dari
adanya penemuan bilah-bilah batu yang belum di asah halus dalam jumlah
besar di suatu tempat yang diperkirakan sebagai tempat bahan kapak batu.
Selain itu ditemukan pula kapak-kapak yang sudah jadi.
§ Jika
ada tempat untuk memproduksi berarti pada waktu itu telah ada konsumen
yang membeli. Selain itu ditemukan kulit-kulit kerang yang diprediksikan
sebagai alat penukar (mata uang).
c) Kehidupan Budaya
Ø Mereka sudah menetap, dan tinggal di rumah-rumah, membentuk perkampungan dan hidup sebagai petani.
Ø Mereka telah mengenal musim sehingga dapat dipastikan mereka telah menguasai ilmu perbintangan (ilmu falak).
Ø Mereka
telah menggunakan alat-alat kehidupan yang halus seperti kapak persegi,
dan kapak lonjong, selain itu juga menggunakan kapak perunggu, nekara,
gerabah serta benda-benda megalitik.
Ø Alat-alat
yang dibuat dari batu, seperti kapak batu halus dengan beragai ukuran
kapak batu dengan ukuran kecil yang indah digunakan sebagai mas kawin,
alat penukar, atau alat upacara.
Ø Kapak-kapak dari logam berupa perunggu memunculkan budaya megalitik berupa menhir, dolmen, punden berundak, pandhusa, dll.
Ø Alat-alat
yang dibuat dari tanah liat sangat berhubungan erat dengan adanya
proses kimia, yaitu proses pencampuran tanah liat, penjemuran, dan
teknik-teknik pembakarannya. Gerabah sudah dibuat dengan warna-warni dan
dengan hiasan yang beraneka ragam. Seperti hiasan dari anyaman kain
yang menunjukkan bahwa nenek moyang kita sudah mengenal tulisan.
4. MASA PERUNDAGIAN
a) Kehidupan Sosial
· Jumlah
penduduk semakin bertambah. Kepadatan penduduk bertambah, pertanian dan
peternakan semakin maju, mereka memiliki pengalaman dalam bertani dan
berternak mereka mengenal cara bercocok tanam yang sederhana.
· Mereka
memiliki pengetahuan tentang gejala alam dan musim, mereka mulai dapat
memperkirakan peristiwa alam dan memperhitungkan musim tanam dan musim
panen.
· Dengan diterapkan sistem persawahan maka pembagian waktu dan kerja semakin diketatkan.
· Dalam
masyarakat muncul golongan undagi, mereka merupakan golongan yang
terampil untuk melakukan perkerjaan seperti pembuatan rumah kayu,
gerobak, maupun benda logam. Pertanian tetap menjadi usaha utama
masyarakat.
· Dari
segi sosial, kehidupan masyarakat zaman ini semakin teratur. Contohnya :
ada pembagian kerja yang baik berdasarkan kemampuan yang dimiliki
masing-masing individu.
· Pembagian kerja semakin komplek dimana perempuan tidak hanya bekerja di rumah tetapi juga berdagang di pasar.
b) Kehidupan Ekonomi
Dari
segi ekonomi, pada masa ini telah terjadi perdagangan dengan cara tukar
menukar/ barter dimana perdagangan tersebut dilakukan dengan
menggunakan perahu bercadik. Perdagangan tersebut berlangsung di kawasan
Asia Tenggara bahkan sampai ke India. Hal ini terbukti dengan masuknya
pengaruh India ke Indonesia.
c) Kehidupan Budaya
Ø Masyarakat
zaman ini telah menunjukkan tingkat budaya yang tinggi terlihat dari
berbagai bentuk benda seni dan upacara yang ditemukan menunjukkan
keterampilan masyarakat perundagian yang tinggi
Ø Zaman
ini ditandai dengan pesatnya kemampuan membuat alat-alat akibat
perkembangan teknologi. Mereka menemukan teknologi peleburan biji logam.
Oleh karena itu, semakin banyak manusia yang menggunakan logam untuk
memenuhi perkakas hidupnya.
Ø Pada
zaman perunggu, orang dapat memperoleh jenis logam yang lebih keras
daripada tembaga, sebab perunggu merupakan logam campuran dari tembaga
dan timah. Sehingga dapat dikatakan bahwa kebudayaan manusia pada zaman
ini jauh lebih tinggi. Terbukti masyarakatnya sudah mengenal teknologi
peleburan dan pencampuran logam.
Ø Pada
zaman besi, manusia telah menemukan logam yang jauh lebih keras lagi
dimana harus dileburkan pada titik lebur yang cukup tinggi. Sehingga
alat-alat pada zaman ini telah lebih sempurna daripada sebelumnya.
Kemampuan membuat benda-benada jauh lebih tinggi tingkatannya
dibandingkan dengan masa sebelumnya. Teknologi peleburan logam yang
digunakan adalah dengan sistem pemanasan, pencetakan logam, pencampuran
logam dan penempaan logam.
Ø Pada
zaman Perundagian peralatan gerabah masih ditemukan dengan teknologi
yang semakin maju. Hal ini menunjukkan bahwa peranan alat-alat dari
gerabah tersebut tidak dapat digantikan dengan mudah oleh alat-alat dari
dari logam.
d) Kepercayaan
e) Teknologi
☺ Teknologi
dapat dilihat dari pembuatan alat-alat pada masa itu. Terlebih lagi
teknologi tersebut terlihat pada masa penggunaan alat-alat dari logam.
Hal ini disebabkan karena teknik yang digunakan untuk membuat alat-alat
dari logam tersebut diadopsi dari teknik membuat logam di daratan Cina.
☺ Logam
digunakan sebab penggunaan alat bercocok tanam dari logam lebih efisien
selain itu memiliki nilai artistik yang lebih tinggi jika dibandingkan
alat-alat dari batu.
☺ Zaman
logam disebut juga zaman perundagian dimana masyarakat telah mampu
membuat peralatan dengan teknologi sederhana dengan bahan baku logam.
☺ Teknik yang digunakan pada masa itu adalah teknik a cire perdue.Caranya sebagai berikut:
1. Benda yang hendak dibuat, terlebih dulu dibuat dari lilin lengkap dengan segala bagiannya.
2. Model lilin tersebut kemudian ditutup dengan tanah
3. Dengan
cara dipanaskan maka tanah tersebut akan menjadi keras, sedangkan
lilinnya akan cair dan mengalir keluar dari lubang yang ada dalam
selubung
4. Jika lilin telah habis maka logam cair dapat dituang ke tempat lilin tadi
5. Setelah dingin, selubung tanah dipecah dan jadilah benda yang kita kehendakai yang terbuat dari logam.
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN KEBUDAYAAN MASYARAKAT INDONESIA
Teknologi
ialah usaha-usaha manusia dengan berbagai cara untuk mengubah keadaan
alam sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Perkembangan
teknologi dapat dilihat dari kebudayaan yang berkembang waktu itu.
Kebudayaan merupakan hasil pemikiran manusia yang dilakukan secara sadar
yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
Kebudayaan Ngandong dan Pacitan merupakan kebudayaan Palaeolitik tertua di Indonesia.
Kebudayaan Pacitan
Tahun
1935 di daerah Pacitan, Von Koeningswald dan Tweediemenemukan alat yang
terbuat dari batu. Alat-alat tersebut oleh Movius diklasifikasikan
menjadi kapak perimbas, kapak penetak, pahat genggam, kapak genggam,
alat serpih, dsb. Karena pada umumnya penggunaannya dengan cara
digenggam maka diberi nama kapak genggam (chopper). Cara pembuatannya
masih kasar karena sekedar mencukupi keperluan saja. Pithecanthropus
Erectus merupakan manusia purba pendukungkebudayaan Pacitan.
Karena
awalnya ditemukan di Pacitan maka disebut kebudayaan Pacitan.
Kesimpulan bahwa disebut kebudayaan Pacitan diperoleh setelah
membandingkan dengan penemuan fosil Pithecantropus Pekinensis di Gua
Choukoutien oleh Davidson Black. Dimana manusia purba tersebut ditemukan
beserta alat kebudayaannya yang mirip dengan alat kebudayaan Pacitan.
Selain di Pacitan alat-alat berupa kapak genggam ditemukan di Parigi,
Gombong, Sukabumi dan Lahat..
Kebudayaan Ngandong
Alat-alat
dari tulang dan kapak genggam yang ditemukan di daerah Ngandong
(sebelah utara, Madiun) oleh Von Koenigswald tahun 1934
dinamakan Kebudayaan Ngandong. Yang termasuk kebudayaan Ngandong ialah
yang ditemukan di Sangiran, yang dinamakan alat-alat serpih, berfungsi
sebagai pisau, belati atau alat penusuk. Alat serpih juga ditemukan di
daerah Sulawesi Selatan, Flores, dan Timor. Di Ngandong dan Sidorejo
(Ngawi) ditemukan alat-alat terbuat dari tulang, tanduk dan kapak
genggam dari batu. Alat dari tulang berfungsi sebagai alat tusuk
(belati). Alat dari tanduk digunakan untuk mengorek ubi dari dalam
tanah. Selain itu, ditemukan alat-alat seperti tombak yang berfungsi
untuk menangkap ikan.
Pithecanthropus
Soloensis dan Homo Wajakensis merupakan manusia purba yang menghasilkan
kebudayaan Ngandong hidup pada zaman Pleistosein atas.
Kebudayaan Tulang di Sampung
Van
Stein Callenfels pada tahun 1928 sampai 1931 mengadakan penelitian di
gua Lawa dekat Sampung (daerah Ponorogo). Sebagian besar alat-alat yang
ditemukan terdiri atas alat-alat tulang. Sehingga kebudayaan tersebut
dinamakan Sampung Bone-Culture.
KEPERCAYAAN MASYARAKAT PRASEJARAH DI INDONESIA
Ada 2 sistem kepercayaan pokok yang berkembang pada masyarakat prasejarah Indonesia, yaitu:
a. Animisme, adalah kepercayaan kepada roh yang mendiami semua benda termasuk pohon, batu, sungai, dan gunung.
b. Dinamisme,
ialah kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan
yang dapat mempengaruhi keberhasilan/ kegagalan manusia untuk
mempertahankan hidup.
Selain kedua sistem kepercayaan tersebut masih ada yang lain, yaitu:
a. Fetisisme, adalah kepercayaan adanya jiwa dalam benda tertentu (dalam keris, batu mulia/akik)
b. Animatisme, ialah kepercayaan bahwa benda-benda dan tumbuhan itu berjiwa dan berpikir seperti manusia
c. Totemisme, yaitu kepercayaan kepada binatang sebagai totem/ lambang dari dewa nenek moyang baik berupa binatang maupun benda.
d. Syaminisme, adalah kepercayaan akan adanya orang yang dapat menghubungkan manusia dengan roh.
Peralatan
penunjang upacara salah satunya Dolmen, yaitu batu yang berbentuk meja
dan digunakan sebagai tempat persembahan bagi roh nenek moyang serta
mempunyai kekuatan tertinggi yang melindungi mereka.
Perkembangan Kepercayaan Masyarakat
a. Kepercayaan terhadap Nenek Moyang
· Sistem
kepercayaan pada masyarakat Indonesia sudah ada sejak masyarakat
berburu dan mengumpulkan makanan. Pada masa itu sudah mengenal adanya
penghormatan terhadap orang yang sudah meninggal dengan cara menguburkan
orang yang sudah meniggal di goa-goa.
· Adanya
pandangan,hidup tidak akan berhenti setelah orang meninggal. Orang yang
meninggal akan pergi ke suara tempat yang lebih baik. Orang yang sudah
meninggal masih dapat dihubungi oleh orang yang masih hidup di dunia ini
demikian pula sebaliknya. Jika yang meninggal orang yang berpengaruh
maka diusahakan akan selalu ada hubungan untuk dimintai nasehat/
perlindungan bila ada kesulitan dalam kehidupan di dunia.
· Pada
masa bercocok tanam ini ditemukan pula bangunan-bangunan megalitikum
yang berfungsi sebagai tempat pemujaan/ penghormatan kepada roh nenek
moyang. Mereka telah menghormati orang yang sudah meninggal.
· Ditemukan
pula bekal kubur, sebab sebagai bekal untuk menuju ke alam lain.
Masyarakat Indonesia telah memberikan penghormatan dan pemujaan kepada
roh nenek moyang.
b. Kepercayaan Animisme
Muncul
kepercayaan yang bersifat Animisme, yaitu suatu kepercayaan masyarakat
terhadap suatu benda yang dianggap memiliki roh/ jiwa. Munculnya
kepercayaan yang bersifat animisme didasari oleh adanya berbagai
pengalaman dari masyarakat yang bersangkutan. Selain itu, adanya
kepercayaan di tengah masyarakat terhadap benda-benda pusaka yang
dipandang memiliki roh/ jiwa. Contoh: tombak, keris, dan benda-benda
pusaka lainnya. Dapat pula bangunan gedung tua, pohon besar, dsb.
c. Kepercayaan Dinamisme
Dinamisme
merupakan kepercayaan bahwa setiap benda memiliki kekuatan gaib. Sejak
bercocok tanam berkembang kepercayaan dinamisme. Kepercayaan ini timbul
didasari oleh pengalaman dari masyarakat yang bersangkutan yang terus
berkembang secara turun temurun dari generasi ke generasi hingga
sekarang. Seperti keris/ tombak, dipandang memiliki kekuatan gaib untuk
memohon turunnya hujan, apabila keris itu ditancapkan dengan ujung
menghadap ke atas akan dapat menurunkan hujan.
d. Kepercayaan Monoisme
Kepercayaan
Monoisme merupakan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Kepercayaan ini berdasarkan pengalaman-pengalaman dari masyarakat. Pola
pikir manusia berkembang. Manusia mulai berpikir tentang apa yang
dialaminya. Pertanyaan yang muncul hingga pada kesimpulan bahwa di luar
dirinya ada suatu kekuatan yang makin besar dan yang tidak ditandingi
oleh kekuatan manusia. Kekuatan itu adalah kekuatan dari Tuhan Yang Maha
Esa.
Manusia
percaya bahwa Tuhan Yang Maha Esa adalah pencipta alam semesta beserta
isinya. Oleh karena itu, manusia wajib melestarikan alam semesta agar
dapat memenuhi kebutuhan hidupannya, atau menjaga keseimbangan alam
semesta agar dapat menjadi tumpuan hidup manusia.
Source: http://ardianailham.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar